Jumat, 04 Desember 2009

Cara mengistall program arabic

  • masukkan cd master windowsXP ke cdrom
  • pilih start, control panel,
  • pilih




  • trus muncul kotak dialog berikut




















klik tab Language (1)

beri tanda centang Install files for complex script and right-to-left languages (including Thai)(2)

Klik tombol Apply (3)

Trus klik tombol Detail


muncul kotak dialog Text Servis and Input Language

pilih tombol Add (1)

muncul kotak Add input language

pilih tombol panah bawah pada input language (2)

muncul sederetan nama negara pilih Arabic(Saudi Arabia) (3)

kil tombol OK

pilih tombo Apply (4)

klik tanda panah (5)

pilih Arabic

pilih OK (6)

setelah selesai coba buka microsoft word

trus ngetik

untuk pindah tulisan dari arabic ke latin tekan tombol Alt + Shift kiri

(tombol Alt ditekan dan ditahan kemudian tekan sekali (klik) tombol shift kiri 1x trus lepaskan tombol Alt)

coba ketik tulisan di word ada perbedaan nggak (maksudnya huruf arabnya muncul apa tidak)

kalau tidak muncul coba pakai penekanan tombol Alt + shift kanan.

Atau bisa juga pakai tanda windows task bar biasanya ada pilihan languge AR, EN jika huruf AR muncul berarti pengetikan mode arab aktif tapi jika huruf EN yang muncul berarti mode latin yang aktif untuk merubahnya tinggal klik huruf itu kemudian pilih yang di kehendaki AR atau EN.

Pedoman untuk letak-letak hurufnya bisa dilihat pada program on screen keyboard

Cara bukanya

Pilih tombol start, All Programs, Accessories, Accesibility, on-screen keyboard

Untuk pindah bahasa sama pakai tombol Alt + shift

Kamis, 03 Desember 2009

Nasehat Luqman Hakim kepada anaknya

وَلَقَد ءاتَينا لُقمٰنَ الحِكمَةَ أَنِ اشكُر لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشكُر فَإِنَّما يَشكُرُ لِنَفسِهِ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِىٌّ حَميدٌ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".

وَإِذ قالَ لُقمٰنُ لِابنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يٰبُنَىَّ لا تُشرِك بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّركَ لَظُلمٌ عَظيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar".

وَوَصَّينَا الإِنسٰنَ بِوٰلِدَيهِ حَمَلَتهُ أُمُّهُ وَهنًا عَلىٰ وَهنٍ وَفِصٰلُهُ فى عامَينِ أَنِ اشكُر لى وَلِوٰلِدَيكَ إِلَىَّ المَصيرُ
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

وَإِن جٰهَداكَ عَلىٰ أَن تُشرِكَ بى ما لَيسَ لَكَ بِهِ عِلمٌ فَلا تُطِعهُما ۖ وَصاحِبهُما فِى الدُّنيا مَعروفًا ۖ وَاتَّبِع سَبيلَ مَن أَنابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرجِعُكُم فَأُنَبِّئُكُم بِما كُنتُم تَعمَلونَ

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

يٰبُنَىَّ إِنَّها إِن تَكُ مِثقالَ حَبَّةٍ مِن خَردَلٍ فَتَكُن فى صَخرَةٍ أَو فِى السَّمٰوٰتِ أَو فِى الأَرضِ يَأتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطيفٌ خَبيرٌ

(Lukman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui."

يٰبُنَىَّ أَقِمِ الصَّلوٰةَ وَأمُر بِالمَعروفِ وَانهَ عَنِ المُنكَرِ وَاصبِر عَلىٰ ما أَصابَكَ ۖ إِنَّ ذٰلِكَ مِن عَزمِ الأُمورِ
Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

وَلا تُصَعِّر خَدَّكَ لِلنّاسِ وَلا تَمشِ فِى الأَرضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُختالٍ فَخورٍ
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

وَاقصِد فى مَشيِكَ وَاغضُض مِن صَوتِكَ ۚ إِنَّ أَنكَرَ الأَصوٰتِ لَصَوتُ الحَميرِ
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

QS Luqman : 12-19

Rabu, 02 Desember 2009

Meminang Bidadari


"Dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari cantik bermata jeli.”
(QS Ath-Thuur 20)

Pernahkah suatu ketika dalam hidup ini, engkau membayangkan tentang keindahan? Atau mungkin mengidamkan sekali kenikmatan yang tiada tara? Bahkan juga merindukan agar abadi dalam keindahan dan kenikmatan yang luar biasa tersebut?

Renungi sejenak ayat di atas! Gambarkan keindahan itu perlahan-lahan. Sentuh kecantikan yang menguasai pikiran. Rasakan dorongan yang keluar dari perenungan itu. Nikmati alunan rindu yang menarikmu begitu kuat. Engkau pasti mengidamkan keindahannya. Engkau mustahil melupakan kecantikannya. Bahkan bisa jadi engkau akhirnya akan mencemooh dunia yang fana ini. Hampir pasti pula engkau akan tertawa melihat begitu banyak orang yang berjuang mati-matian untuk membela kefanaan itu.

Hati dan pikiranmu telah mencapai langit. Meski tubuhmu hadir di bumi. Engkau menjadi jiwa-jiwa perindu. Merindukan syurga dan segala kenikmatannya. Menanti datangnya bidadari cantik bermata jeli.

...

Di lembah tersebut, rasa rindu bergemuruh
Sang kekasih melihat bahwa kerinduan ini mendapat kemenangan
Demi Allah, betapa bahagianya para kekasih
Ketika Allah mengajak mereka berdialog dan memberi ucapan selamat kepada mereka ...

(Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dalam kitab Tamasya ke Syurga)

Merindukan Istri Tercinta

Dalam kitab Mu’jam Thabrani, Imam Thabrani memasukkan sebuah hadits Rasulullah dari Ibnu Abbas, “Tatkala Allah menciptakan syurga Aden, maka Dia menciptakan di dalamnya apa yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak terbayang di benak manusia. Kemudian Allah berfirman kepada syurga Aden, ‘Silahkan bicara!’. Syurga Aden menjawab, ‘Seungguh beruntung orang-orang beriman’.”

Secara implisit dari hadits tersebut kita bisa menangkap betapa istimewanya syurga. Kalimat ‘tidak pernah dilihat, didengar, dan dibayangkan’ dapat kita pahami bahwa kenikmatan di dalam syurga memang sangat besar dan luas.

“Adakah di antara kalian yang merindukan syurga? Karena syurga tidak bisa dibayangkan. Syurga, demi Allah, adalah cahaya yang kemilau. Ia adalah aroma yang semerbak. Ia adalah istana megah. Ia adalah buah-buahan yang ranum. Ia adalah sungai yang mengalir. Ia adalah istri yang menawan lagi mempesona. Ia adalah perhiasan yang banyak. Di tempat yang abadi dan negeri yang aman. Ia adalah buah-buahan, sayur-sayuran, dan kemolekan di tempat yang tinggi dan nikmat.”

Rasulullah saw pada hadits ini memprovokasi dan memotivasi para sahabat dengan kenikmatan-kenikmatan syurga. Beliau saw menggunakan kalimat-kalimat yang memesona hati, menggelitik keinginan dan menggugah iradah (kemauan) para sahabat sehingga kerinduan mereka pada syurga memuncak dan memadati seluruh relung jiwa mereka.

Allah swt pun telah menggambarkan kenikmatan dan keindahan yang begitu menghebohkan itu. Dia memberi gambaran dengan cara memadukan kenikmatan fisik alam bentuk keindahan syurga dan segala isinya dengan kebahagiaan jiwa. Dimana Allah menghadirkan dalam bentuk istri-istri yang suci. Lebih dari itu, Allah melukiskan keindahan dan kecantikanm bidadari-bidadari secara DETAIL DAN SEMPURNA.

”Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik”(QS Ar Rahmaan 70). Ini gambaran yang jelas tentang bidadari. Mereka adalah makhluk yang cantik dan bagus akhlaqnya. Mereka bukanlah makhluk yang sombong dengan kecantikannya. Tidak pernah berselingkuh dengan makhluq lain. Mereka tidak memanfaatkan kecantikannya untuk perbuatan nista, sebagaimana yang terjadi pada sebagian kecil wanita di dunia.

Mereka mengabdikan diri hanya bagi suami mereka kelak, para raja di syurga kelak. Sebab semua penghuni syurga adalah raja. Para bidadari senantiasa menundukkan pandangan kecuali kepada suami mereka, ”Di dalam syurga ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangan mereka...” (QS Ar Rahman 56).

Bidadari adalah makhluq yang suci yang dipingit di kemah-kemah syurga yang terbuat dari mutiara lu’lu. ”(bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit di dalam kemah.” (QS Ar Rahman 72).

Mereka terfokus hanya kepada suami mereka dan tidak tertarik kepada lelaki lain. Mereka hanya memberikan cinta dan hatinya kepada suami mereka. Lebih dari itu, mereka adalah mekhluk yang belum pernah sekalipun disentuh oleh manusia atau jin. Allah swt berfirman, ”Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS Ar Rahman 56).

Adalah sebuah penegasan kepuasan terhadap suami-suami mereka. Jujur, bahwa kepuasan seorang lelaki terhadap seorang perempuan yang tidak pernah disentuh oleh siapapun, jelas memberikan makna yang terdalam baginya. Begitu juga bagi perempuan tersebut, itulah kepuasan yang paling nyata dalam cinta.

”Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan..” (QS Waqiah 35-38)

Siapa yang tidak tertarik dengan ayat-ayat yang menggoda hati ini? Pastinya hanya orang yang tertutup telinga dan buta mata hatinya. Bayangkan! Allah memilih kalimat-kalimat yanmg lugas dan jelas sebagaiu pemikat manusia agar ia memilih jalan kanan.

Perawan, kaya cinta, dan sebaya umurnya!

Para ahli tafsir mengartikan ‘urubu (bentuk tunggal dari ‘uruban) dengan wanita yang sangat mencintai suaminya, sayang kepadanya, manja kepadanya, selalu bersolek dan bergaya kepadanya, membuat suaminya cinta kepadanya, membuat nafsu syahwat suami bergejolak kepadanya, dan membuat suaminya merapikan diri untuknya.

Singkat kata, sebagaimana ucapan Imam Bukhari dalam Shahih-nya, ‘uruban adalah yang membuat suaminya betah di rumah.

Ck..ck..ck.. subhanallah walhamdulillah

Bergegas meminang bidadari

“’Wahai Rasulullah, manakah yang lebih baik antara wanita-wanita dunia dengan bidadari yang bermata jelita?’ Jawab Rasulullah saw, ‘ wanita-wanita dunia lebih baik dari bidadari bermata jeli sebagaimana bagian luar lebih baik dari bagian dalam. Mereka lebih baik karena shalatnya, puasanya, dan ibadahnya kepada Allah swt. Allah memberikan cahaya yang bersinar pada raut muka mereka dan mengenakan pakaian sutra pada badan mereka, warna kulit mereka adalah putih, pakaian mereka berwarna hijau, perhiasan mereka berwarna kuning, pedupaan mereka adalah mutiara. Sisir-sisir mereka adalah emas, mereka berkata, ‘kami hidup terus dan tidak mati. Kami senang selamanya, dan tidak menderita lagi. Kami berada di syurga ini selama-lamanya dan tidak pinah daripadanya. Kami selalu ridha dan tidak cemberut selama-lamanya. Berbahagialah bagi siapa saja yang memiliki kami dan ia menjadi milik kami..” (HR Thabrani dalam Mu’jam Thabrani)

Inilah pemuliaan yang nyata bagi para muslimah. Mereka tak lain adalah bidadari-bidadari yang paling cantik, paling indah, dan paling berharga. Mereka adlah mutiara yang tersimpan. Mereka sebaik-baik perhiasan yang menakjubkan mata. Mereka semanis-manis pesona bagi hati. Beribu salam penghormatan bagi mereka semua, wanita-wanita shalihah itu.

Epilog

Wahai yang memanggil dan mencari bidadari
Persiapkanlah maskawin selagi engkau mampu untuk itu
Jadikan puasamu sebagai bekal pertemuan
Malam pertama adalah malam fitri seusai Ramadhan
Harapkan keindahan an kecantikannya yang memikat
Hampirilah sang kekasih, jangan kau terlambat...

(Bait syair dalam kitab Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah)

Jadi, sudah siapkah dirimu meminang bidadari ?


taken from Al Izzah No. 11/Th.4/1-31 januari 2005
sumber : FB catatan Gus Nuk

Senin, 30 November 2009

Menunggu Ajal Menjemput
















Kambing-kambing yang ada di foto ini adalah kambing-kambing Qurban. Mereka sedang antri menunggu giliran untuk disembelih, artinya mereka sedang menunggu ajal datang menjemputnya. Mereka tidak menyadari bahwa umurnya tinggal beberapa detik saja. Mereka asik bermain dengan sesamanya, makan rumput dengan lahab, seolah-olah mereka akan hidup selamanya.

Manusia hidup di dunia ini tidak selamanya. Umur sudah ditentukan oleh yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT. Kita tak ubahnya seperti mereka sedang antri menunggu ajal menjemput. Kita tidak tahu berapakah sisa umur kita. berapa tahun? berapa bulan? berapa minggu?, berapa hari?, berapa jam?, berapa menit? atau bahkan tinggal berapa detik. Saya juga tidak tahu masih barapakah sisa umur saya. Para pembaca juga tidak tahu masih berapakah sisa umur anda. itu semua adalah rahasia Ilahi Rabbi. yang jelas ALlah berfirman bahwa jika maut itu datang kita tidak bisa lari kemanapun. kemanapun kita lari maka ajal pasti akan menjemput jika waktu sudah ditentukan.
قُل إِنَّ المَوتَ الَّذى تَفِرّونَ مِنهُ فَإِنَّهُ مُلٰقيكُم ۖ ثُمَّ تُرَدّونَ إِلىٰ عٰلِمِ الغَيبِ وَالشَّهٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِما كُنتُم تَعمَلونَ
"Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan"". (QS Al jum'ah : 8)

Kita hidup di dunia tak ubahnya sedang mengantri menunggu kedatangan Al Maut, yang pasti akan datang menjemput kita. Hanya kedatangan mereka masih misteri kapan dan dimana itu semua rahasia, hanya Allah-lah yang tahu. Bedanya manusia dengan mahluk lain adalah jika manusia mati urusan tidak selesai begitu saja. tapi masih berlanjut. Manusia masih harus mempertanggung jawabkan segala perbuatannya di hadapan Allah. Semua amal perbuatan yang sudah kita kerjakan akan di tampakkan kepada kita semua dan akan kita akan dimintai pertanggung jawaban. sudah siapkah kita?

Ajal menjemput kita tidak menunggu persiapan dari kita. Siap belum siap kita harus siap. kita senantiasa dituntut untuk mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan al maut yang datangnya tidak disangka-sangka. kita harus senantiasa mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk menyambut kedatangan al maut. Bekal yang kita butuhkan adalah amal kebaikan yang sudah dituntunkan oleh Allah melalui Nabi dan Rasul berpedoman kepada wahyu dari-Nya.

Kita adalah manusia yang diberi akal oleh ALlah, jika kita tahu umur kita tinggal berapa mungkin kita bisa mengkhususkan diri untuk persiapan menyambut kedatangannya. kedatangan ajal yang masih rahasia ini menuntut kita untuk senantiasa menjaga ketaatan kita kepada ALlah. Sehingga kita bisa menjemputnya dalam suasana ketaatan. seperti pesan ALlah SWT dalam QS AL Imron : 102
يٰأَيُّهَا الَّذينَ ءامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقاتِهِ وَلا تَموتُنَّ إِلّا وَأَنتُم مُسلِمونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam."

wa Allahu a'lam.

Sabtu, 21 November 2009

KIAMAT TAHUN 2012?

Berita yang menggemparkan manusia seluruh dunia, yaitu tentang datangnya hari kiamat tahun 2012. Benarkah itu? Allahu a’lam.
Dari manakah datangnya berita itu?
Awal mulanya bagaimana kok bisa muncul berita seperti itu?
Benarkah hal itu akan betul-betul terjadi?
Terus bagaimana kalau kiamat itu benar-benar terjadi?
Banyak pertanyaan yang muncul di seputar ramalan hari kiamat tahun 2012.
Tapi bukan hal yang tidak mungkin kiamat itu benar-benar terjadi pada tahun 2012. bahkan bisa juga maju yaitu terjadi sebelum 2012 ,tapi bisa juga mundur, maksudnya terjadi sesudah tahun 2012. itu semuanya tergantung ketetapan dari yang maha menentukan yaitu Allah.

Tanda-tanda hari kiamat sudah dijelaskan oleh Rasulullah saw. Dalam sabda-sabda beliau. Kita sebagai umat Islam yakin bahwa kiamat benar-benar akan terjadi. Tanda-tanda akan datangnya hari kiamat sudah jelas. Jika tanda-tanda belum lengkap kiamat tidak akan terjadi. Tapi kiamat pasti akan terjadi.

Walaupun tanda-tanda hari kiamat sudah dijelaskan, tapi namanya manusia masih juga dibuat penasaran dengan ramalan akan datangnya hari kiamat pada tahun 2012. Ada yang takut menghadapinya, ada yang penasaran, ada yang trauma karena pernah mengalami bencana sebelumnya seperti tsunami, gempa bumi dll. Baru bencana alam saja sudah seperti itu keadaanya apalagi kalau kiamat beneran. Rumah-rumah bagus hancur, harta benda berserakahan tidak terurus, mobil-mobil mengkilat berserakan ditinggal pemiliknya, bangkai manusia dan binatang berserakan, ngeri melihatnya.

Rupanya rasa penasaran akan datangnya hari kiamat tahun 2012 terbaca oleh produser film, maka dibuatlah film kiamat 2012. entah dari mana mereka tahu gambaran suasana hari kiamat kok bisa-bisanya dia menggambarkannya dan memfilemkannya. Tapi memang karena rasa penasarannya besar, maka begitu film diluncurkan langsung laris.

Kita sebagai muslim yakin bahwa hari kiamat pasti datang, kedatangan hari kiamat sudah jelas tanda-tandanya, jika tanda-tanda kedatangan hari kiamat belum lengkap maka hari kiamat tidak akan terjadi. Yang jadi pertanyaan kita sudahkah kita mempersiapkan diri dengan akan datangnya hari kiamat tersebut? Sudah siapkah kita mempertanggung jawabkan amal-amal kita di hadapan Allah? Sudah siapkah kita menjawab beberapa pertanyaan yang akan dilontarkan kepada kita : Umurmu kau habiskan untuk apa?, hartamu engkau dapat dari mana? dan kau habiskan untuk apa? Dan masih banyak pertanyaan yang harus kita jawab dan kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah. Mulai saat ini yang terpenting adalah bukan kapan hari kiamat itu datang, tapi sudah siapkah kita jika hari kiamat itu datang.

Jumat, 13 November 2009

Memasang aplikasi Qur'an pada facebook

Aplikasi facebook yang ini kayaknya suatu keharusan di gunakan jika kita merasa muslim, namanya Quranic Verses, Aplikasi yang dikembangkan oleh Abdullah Arif seorang mahasiswa alumni dari American University of Sharjah. Pada saat artikel ini di posting terjemahan aplikasi ini tersedia dalam 31 bahasa, Lantunan audio yang menakjubkan dari 14 Qari, 4 Tafsir dari kitab-kitab terkemuka, serta menampilkan ayat-ayat favorit di personal space kita, banyak yang bisa kita lakukan dengan aplikasi ini, kita bisa mendengarkan dan membaca Al-Quran secara online, mencari kata-kata dalam al-qur'an, membaca tafsir dan masih banyak lagi keunggulan lainnya.

Untuk menggunakan aplikasi ini di facebook silahkan buka link Quranic Verses. Kemudian izinkan/Allow, langsung saja kita klik Qur'an Browser (sebelah kiri atas). Nanti akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Penjelasan menu:
1 Browse: Untuk mengganti surat, ayat, dan bahasa yang digunakan.
2 Play: Untuk mendengarkan Surat yang dipilih, silahkan pilih Artist (Qori) yang akan membacanya.
3 Annotations: Pilih Translation untuk menggabungkan antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia.
4 Display Options: Tampilan dan huruf Al-quran yang digunakan.

Kemudian Klik menu setting(Kanan atas), sesuaikan dengan pilihan Anda dan klik Save setting. Langkah terakhir jika kita ingin mencantumkan kedalam profil klik "cantumkan kedalam profil"-> cantumkan-> keep.
Sumber : http://www.tipskom.co.cc/2009/09/memasang-aplikasi-quran-pada-facebook.html

Kamis, 05 November 2009

Seputar Ibadah Qurban

Qurban dalam bahasa Arab artinya dekat, ibadah qurban artinya menyembelih hewan sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah qurban disebut juga "udzhiyah" artinya hewan yang disembelih sebagai qurban. Ibadah qurban disinggung oleh al-Qur'an surah al-Kauthar "Maka dirikanlah shalat untuk Tuhanmu dan menyembelihlah".



Keutamaan qurban dijelaskan oleh sebuah hadist A'isyah, Rasulullah s.a.w. bersabda "Sabaik-baik amal bani adam bagi Allah di hari iedul adha adalah menyembelih qurban. Di hari kiamat hewan-hewan qurban tersebut menyertai bani adam dengan tanduk-tanduknya, tulang-tulang dan bulunya, darah hewan tersebut diterima oleh Allah sebelum menetes ke bumi dan akan membersihkan mereka yang melakukannya" (H.R. Tirmizi, Ibnu Majah). Dalam riwayat Anas bin Malik, Rasulullah menyembelih dua ekor domba putih bertanduk, beliau meletakkan kakinya di dekat leher hewan tersebut lalu membaca basmalah dan bertakbir dan menyembelihnya" (H.R. Tirmizi dll).


Hukum ibadah qurban, Mazhab Hanafi mengatakan wajib dengan dalil hadist Abu Haurairah yang menyebutkan Rasulullah s.a.w. bersabda "Barangsiapa mempunyai kelonggaran (harta), namun ia tidak melaksanakan qurban, maka jangan lah ia mendekati masjidku" (H.R. Ahmad, Ibnu Majah). Ini menunjukkan seuatu perintah yang sangat kuat sehingga lebih tepat untuk dikatakan wajib.


Mayoritas ulama mengatakan hukum qurban sunnah dan dilakukan setiap tahun bagi yang mampu. Mazhab syafi'i mengatakan qurban hukumnya sunnah 'ain (menjadi tanggungan individu) bagi setiap individu sekali dalam seumur dan sunnah kifayah bagi sebuah keluarga besar, menjadi tanggungan seluruh anggota keluarga, namun kesunnahan tersebut terpenuhi bila salah satu anggota keluarga telah melaksanakannya. Dalil yang melandasi pendapat ini adalah riwayat Umi Salamh, Rasulullah s.a.w. bersabda "Bila kalian melihat hilal dzul hijjah dan kalian menginginkan menjalankan ibadah qurban, maka janganlah memotong bulu dan kuku hewan yang hendak disembelih" (H.R. Muslim dll), hadist ini mengaitkan ibadah qurban dengan keinginan yang artinya bukan kewajiban. Dalam riwayat Ibnu ABbas Rasulullah s.a.w. mengatakan "Tiga perkara bagiku wajib, namun bagi kalian sunnah, yaitu shalat witir, menyembelih qurban dan shalat iedul adha" (H.R. Ahmad dan Hakim).


Qurban disunnahkan kepada yang mampu. Ukuran kemampuan tidak berdasarkan kepada nisab, namun kepada kebutuhan per individu, yaitu apabila seseorang setelah memenuhi kebutuhan sehari-harinya masih memiliki dana lebih dan mencukupi untuk membeli hewan qurban, khususnya di hari raya iedul adha dan tiga hari tasyriq.


Dalam beribadah qurban harus disertai niyat berqurban untuk Allah atas nama dirinya. Berqurban atas nama orang lain menurut mazhab Syafi'i mengatakan tidak sah tanpa seizin orang tersebut, demikian atas nama orang yang telah meninggal tidak sah bila tanpa dasar wasiat. Ulama Maliki mengatakan makruh berqurban atas nama orang lain. Ulama Hanafi dan Hanbali mengatakan sah saja berqurban untuk orang lain yang telah meninggal dan pahalanya dikirimkan kepada almarhum.


Dalam menyembelih qurban disunnahkan membaca bismillah, membaca sholawat untuk Rasulullah, menghadapkan hewan ke arah kiblat waktu menyembelih, membaca takbir sebelum basmalah dan sesudahnya sarta berdoa " Ya Allah qurban ini dariMu dan untukMu".


Wallohu 'alam bissawab


-------
sumber pesantren-online
www.dudung.net/artikel-islami/seputar-ibadah-qurban.html

Rabu, 04 November 2009

Memanfaatkan Waktu

Waktu, betapa pentingnya waktu. Karena sangat pentingnya waktu sampai-sampai Allah senantiasa mengingatkan kita dalam beberapa surat al qur’an. Wal ‘asr, wa dhuha, wa laili, ini menunjukkan bahwa betapa kita diperintahkan untuk betul-betul memperhatikan waktu karena betapa pentingnya yang namanya waktu.

Mengapa kita diperintahkan untuk memperhatikan waktu. Karena waktu itu jalannya selalu kedepan, waktu nggak pernah berjalan mundur. Waktu yang sudah terlewatkan tidak bisa kita ulang kembali. Oleh karena itu kita harus memperhatikan waktu, jangan sampai waktu yang ada kita lewatkan dengan sia-sia, atau kita lewatkan dengan sesuatu yang tidak berguna atau bahkan kita manfaatkan untuk sesuatu yang merugikan baik diri sendiri maupun orang lain.

Contoh waktu yang diberikan oleh Allah kepada kita adalah Umur. Umur adalah waktu yang sudah di berikan oleh Allah kepada kita. Waktu (umur) itu terbatas, sebelum kita diciptakan ke dunia ini, berapa lama umur kita sudah ditetapkan oleh Allah. Jatah umur kita itu nantinya akan ditanyakan pada hari Qiamat, engkau diberikan umur dimanfaatkan (dihabiskan) untuk apa? Dan kita juga tidak tahu berapa lamakah kita diberi jatah umur sehingga kita tidak bisa menunda-nunda perbuatan baik yang akan kita perbuat. Oleh karena itu jika kita ingin berbuat baik maka segeralah dilaksanakan agar perbuatan baik itu benar-benar terlaksana agar tidak kedahuluan ajal menjemput kita.

Dari uraian diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa betapa pentingnya waktu sehingga kita dituntut untuk benar-benar memperhatikan dan memanfaatkan waktu. Waktu yang diberikan kepada kita adalah terbatas dan tidak diketahui berapa panjang waktu yang diberika kepada kita sehingga kita dituntut untuk memanfaatkan waktu yang ada sekarang dengan sebaik-baiknya demi amal kebaikan. Waktu yang diberikan kepada kita juga akan dimintakan pertanggung jawaban nantinya di alam akhirat sehingga kita nantinya harus bisa mempersiapkan jawaban yang akan kita berikan kepada Allah jika kita ditanya untuk apa umur yang sudah diberikan kepadamu engkau habiskan.

Wa Allahu a’lam bishowaf, semoga bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

Kamis, 29 Oktober 2009

DALIL-DALIL PUASA ARAFAH

Dari Abi Qatadah r.a., ia berkata Rasulullah Saw. telah bersabda:
“Puasa hari Arafah itu dapat menghapuskan dosa dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.”
(Riwayat Jama’ah kecuali Bukhari dan Tarmidzi)
“Dari Siti Hafshah r.a. ia berkata, ada empat macam yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah Saw.: Puasa Asyura (tanggal 10 Muharram), puasa sepuluh hari (di bulan Dzulhijjah), puasa tiga hari pada setiap bulan dan melakukan salat dua rakaat sebelum salat subuh.”
(Riwayat Ahmad dan Nasa-i dalam kitab Fiqhus Sunnah, juz I, halaman 380; dan Sunan Nasa-i, juz IV, halaman 220)
sumber:
http://izoelas.multiply.com/journal/item/28/Bagaimana_status_hukum_puasa_Tarwiyah_tanggal_8_Dzul_Hijjah
Sedangkan dalil puasa 8 hari bulan Zulhijjah adalah sebagai berikut :
Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW: [1] Puasa hari Asyura, [2] Puasa 1-8 zulhijjah, [3] 3 hari tiap bulan dan [4] dua rakaat sebelum fajar.
(HR. Ahmad, Abu Daud dan Nasai).

Dalil puasa tanggal 9 Zulhijjah atau yang dikenal puasa Arafah itu adalah sabda Rasulullah SAW :
“Puasa hari Arafah itu ?ahtasibu alallah- bahwa dia itu menggugurkan dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya”
(HR. Muslim)
sumber:
http://dien24.blogspot.com/2006/12/seputar-puasa-arafah.html

Kamis, 03 September 2009

Sunnahnya Berpuasa Enam Hari Dari Bulan Syawwal

Dari Abu Ayyub r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Barangsiapa berpuasa dalam bulan Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari dari bulan Syawwal, maka ia adalah seperti berpuasa setahun penuh."* (Riwayat Muslim)

Enam hari bulan Syawwal itu boleh di permulaan bulan yakni tanggal 2 sampai dengan 7 Syawwal dan boleh pula di pertengahan atau di akhir bulan. Jadi asalkan bulan Syawwal boleh. Boleh pula dipersambungkan atau dipisah-pisahkan, seperti dilakukan tanggal 2,5,10,20,26 dan 28 Syawwal. Tetapi tanggal 1 Syawwal jangan digunakan berpuasa, sebab Idul-fitri dan haram berpuasa di dalamnya

Diambil dari Kitab Riadhus shalihin - Imam An Nawawi hadist no 1251